Tabligh Akbar Ustaz Yusuf Mansyur
: Peresmian Forum Pahlawan Devisa Yayasan Hidayatul Jannah (FPDYHJ)
TiMedia | Etty Diallova
Taipe Main Station, Minggu (20/09/15), menggelar tabligh akbar dengan penceramah ustaz Hj Yusuf Mansyur. Acara yang diselenggaran oleh Forum Pahlawan Devisa Yayasan Hidayatul Jannah (FPDYHJ) mengusung tema; menyulam iman, merajut tali silaturahmi dengan menggapai cinta Ilahi.
Cuaca cerah mendukung pelaksanaan acara, animo para BMI sangat antusias. Ribuan TKI berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru daerah di Taiwan, untuk mendengarkan tauziah sang ustaz yang sering tampil di saluran televisi Indonesia tersebut. Ketika TiMedia berada di antara mereka pun, dapat melihat beberapa panji persatuan umat Islam dari Tainan, Taichung dan Kaohsiung. Sangat kental terlihat ‘Ukhuwah Islamiyah’ yang terjalin antara sesama TKI di Formosa.
Acara dimulai pukul 10.00--16.00 waktu Taiwan. Di isi dengan penampilan memukau kelompok rebana, dintaranya; Rebana IPIT, Rebana At-Taqwa, Rebana Fosmit Taichung. Tepat pukul 12.00 acara diistirihatkan, untuk menjalankan salat dzuhur berjamaah. Acara ramai dan meriah, nampak tenda-tenda bazar mengelili mimbar pengajian. Bazar itu milik beberapa organisasi buruh dan persautan BMI di Taiwan, tak terkecuali bazar yang bertuliskan Universitas Terbuka Taiwan (UT Taiwan). Di tenda-tenda kecil tersebut menyediakan alat dan perlengkapan beribadah, busana umat muslim, pernak pernik berbau Islam, serta makanan ala selera nusantara.
Hadir juga ketua Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan (KDEI) Bapak Arief Fadillah. Beliau memberikan sambutan dan berpesan kepada seluruh BMI; agar bekerja dengan baik, serta selalu menjaga kesehatan. Suasana semarak memasuki acara inti. Saat sang ustaz naik ke mimbar untuk memberikan santapan rohani. Ulama kondang yang baru saja menjalankan operasi keduanya akibat gangguan bagian leher ini, nampak antusias menyapa para jamaah. Ustadz Yusuf Mansyur hadir bersama sang istri. Beliau mengisahkan bagaimana masa-masa sulit dahulu. Namun berkat perjuangan yang gigih serta sikap optimis, perlahan dan pasti nasib kehidupannya berubah. Suasana hening dan khidmat kala sang ustaz mengajak jamaah membaca surat Al-Rahman, dan memanjatkan doa kepada Allah Subhana Wata’ala. Nampak para jamaah meneteskan airmata, karena terbawa suasana.
Pada moment bersejarah ini, seorang muallaf berhijrah menjadi muslimah. Pembacaan dua kalimat syahadat dibimbing langsung oleh ustaz Yusuf Mansyur, diaminkan oleh ribuan jamaah yang hadir. Sang ustadz juga menghadiahkan sebuah kitab suci Al quran, dan buku bertandatangan beliau. Semoga bisa menjadi bimbingan mendalami ajaran Islam. Shalawat dikumandangkan bersama, diiringi dengan memutar selendang untuk penarikan sedekah. “Hendaklah bersedekah. Karena pahala sedekah akan tetap mengalir meski kita di dalam kubur,“ ucap sang ustadz.
Pengajian mengambil intisari bagaimana kita wajib mengadu, meminta dan berserah diri hanya kepada Allah Subhana Wata‘la, gigih berusaha, serta jangan mudah berputus asa. Acara ditutup dengan pembacaan doa, sesi foto serta bersalaman. Nampak wajah-wajah sumringah terlihat jelas dari para jamaah yang mulai meninggalkan tenda pengajian. Bahkan ketika diwawancari TiMedia, Dwi (22) mengatakan; jauh-jauh dari Tainan untuk mengunjungi pengajian, karena serasa lebih bersemangat untuk menjalani hari-hari di negeri orang, serta bisa bersilaturahmi dengan sesama rekan BMI, sehingga mengobati rasa rindu kepada keluarga.
Taipei, 20 September 2015
Foto:1
Ustaz Yusuf Mansyur memberikan tauziah.
Foto:2
Para jamaah antusias mendengarkan tauziah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar