Kamis, 24 September 2015

BMI SUPER

Eko Mega Bintang, Seorang BMI Yang Kini Menjadi Entrepreneur
TiMedia | Etty Diallova (KPK+)

Haiii … Sobat TiMers sosok ‘BMI Hebat’ kita kali ini adalah Eko Mega Bintang. Beliau seorang BMI yang kini sukses menjadi pengusaha (Entrepreneur) dan memiliki sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Lelaki yang berasal dari daerah Jember-Jawa Timur ini, bahkan telah memiliki empat apartemen. Yuk … ikuti obrolan TiMedia bersama Eko Mega Bintang.

Q: Halloo, Mas Eko. Kapan dan bagaimana ceritanya bisa bekerja di Taiwan?
A: Saya datang ke Taiwan pada tahun 2008, bekerja di daerah Taichung hanya empat bulan. Saya tidak betah karena mengalami penyiksaan, dan memutuskan pulang ke Indonesia. Kemudian, pada tahun 2009, saya datang lagi ke Taiwan dengan penggunakan visa pertukaran pelajar karena mendapat bea siswa, serta berkuliah di Mhin Shin University Hsincu Country. Bekerja sebagai penerjemah agensi.

Q: Kegiatan apa saja yang dilakukan selama di Taiwan?
A: Selain belajar dan bekerja, saya juga aktif dalam berbagai organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI), seperti; Organisasi IPIT Taipei, Organisasi FOKWIT Chungli, pengajian on air. Serta aktif dalam kegiatan amal BMI Peduli.

Q: Sebelum bekerja ke Taiwan, katanya pernah kerja di Hong Kong juga ya?
A: Benar. Jadi sebelum berangkat ke Taiwan, saya terlebih dulu bekerja di Hong Kong (2003--2007), sebagai BMI, sembari meneruskan D III, pada Zhung Zheng University, Kowloon City Hong Kong, Jurusan Education Global Communication, (2004--2006)

Q: Prestasi apa saja yang pernah diraih, selama bekerja di Taiwan?
A: Juara favorit Lomba penyanyi Depnaker Hsincu (2012). Juara 2 Asian Idol Lomba penyanyi Depnaker Taipei. Penghargaan dari Western Union (2012), sering mengisi nyanyi dan MC pada acara yang diadakan para BMI di Taiwan. Serta beberapa kali mengikuti panggung hiburan yang diselenggarakan oleh Index.

Q: Kiat sukses apa yang diterapkan, sehingga menjadi seperti sekarang ini?
A: Sebenarnya tidak ada kiat khusus ya! Hehehe … karena saya juga berasal dari nol. Tapi saya tidak mudah menyerah, tetap optimis menjalani kehidupan. Jadikan kegagalan sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan. Di Taiwan kita memang menjadi TKI, tapi ketika pulang harus menjadi tuan di negara sendiri.

Q: Kegiatan apa saja yang sekarang sedang ditekuni?
A: Selain memiliki usaha butik di Jember, sekarang saya mulai merintis Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yaitu; PT Sukma Karya Sejati, di daerah Tanggerang. Perusahaan ini sudah saya kelola sejak enam bulan lalu, dengan tujuan khusus negara Taiwan.

Q: Wah … hebatnya! Masih muda sudah sukses. Lalu mengapa Anda tertarik dengan usaha menyalukan tenaga kerja Indonesia?
A: Karena saya pernah menjadi BMI. Saya pernah merasakan perihnya sebuah penyiksaan, sakitnya diacuhkan oleh agency, direndahkan serta dipandang sebelah mata oleh majikan. Untuk itu saya ingin membantu rekan BMI yang mengalami kesulitan, menyalurkan dan melindungi hak-hak pekerja. Jika ada masalah, sewaktu-sewaktu saya bisa meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Q: Bagaimana kesan Anda terhadap Taiwan, dan para BMI yang ada di sini?
A: Taiwan negara yang indah, ramah, dan bersih. Serta menghormati para BMI, ini terbukti dari diberikan kesempatan para BMI untuk mengadakan tabligh akbar, serta mendirikan organisasi-organisasi yang menampung para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Untuk sobat BMI sendiri saya lihat mereka aktif dan kreaktif, tidak hanya bekerja dan mencari uang, namun juga menimba ilmu dan pengalaman dari Bumi Formosa.

Q: Apa pesannya kepada seluruh BMI yang bekerja di luar negeri?
A: Pesan saya; bekerja dengan baik , dan selalu menjaga kesehatan. Menjaga kehormatan diri sendiri, keluarga dan bangsa, karena BMI datang ke negara tujuan dengan membawa nama negara. Saling menolong sesama rekan BMI, rukun, serta menjalin silaturahmi. Gunakanlah waktu libur dengan kegiatan positiv yang kelak bisa diterapkan setelah pulang ke tanah air.

Q: Sekarangkan sudah sukses, keberatan tidak kalau masih disebut BMI?
A: Tidak! Karena BMi itu mulia lho …! Mereka pahlawan devisa, yang rela meninggalkan kampung halaman dan tanah air, untuk berjihad meraih masa depan. Untuk itu jadilah BMI yang smart.

Q: Apa kesan Anda terhadap majalah TiMedia?
A: Majalah TiMedia bagus, keren. Sebagai wacana dan sumber informasi yang tepat untuk mengetahui apa yang terjadi terhadap BMI, di seputar Taiwan dan penjuru dunia lainnya. Juga sarana hiburan bagi rekan BMI yang tidak bisa keluar dan tidak memiliki waktu libur.

Terima kasih Mas Eko, sudah mau berbagi cerita tentang lika-liku hidup sampai meraih kesuksesan. Semoga bisa menambah motivasi untuk sobat TiMers, agar terus berkarya dan menjadi lebih baik. Jika sobat TiMers ingin bertanya seputar dunia usaha dan lainnya menghubungi beliau. Melalui Facebook; Eko Mega Bintang. Line I'D; 09891899215 atau Skype; Eko.megabintang. Tetap semangat sobat TiMers. Jiao you! (TPE/24/09/15)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar